ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
AIN PANDANGAN MATA MEMBAWA PETAKA
( bagian ketiga - selesai-)
_______________________________
( bagian ketiga - selesai-)
_______________________________
▪️Antara hasad dan ‘ain
Perbedaan antara hasad dengan ‘ain telah disebutkan oleh
para ulama diantaranya oleh As-Syinqithi rahimahullah ta’ala beliau
katakan : “ Antara hasad dan ‘ain keduanya memiliki persamaan dalam
pengaruh (yaitu keduanya dapat menyebabkan bahaya) namun keduanya
berbeda dalam hal perantara(perantara hasad adalah dari hembusan hati
yang menginginkan nikmat tersebut hilang , sedangkan perantara ‘ain
dari tatapan yang buruk yang dapat mengenai anaknya sendiri atau bahkan
dirinya sendiri), orang yang hasad juga mendengki kepada orang yang
tidak ia lihat secara langsung dan pada sesuatu yang sudah terjadi,
sedangkan ‘ain tidaklah melemparkan pandangannya melainkan terlihat
dan kadang menimpa pada sesuatu yang ia tidak bermaksud kepadanya
seperti anak atau hartanya.
seperti anak atau hartanya.
(Adhwaul Bayan ,9/ 644)
➡️ Dan ditambahkan lagi perbedaan keduanya oleh Shalih Alu
Mubarok beliau jelaskan :” Bahwa hasad tidaklah terjadi melainkan
dari jiwa yang buruk, adapun ‘ain kadang terjadi dari orang shalih
karena ketakjubannya pada sesuatu yang sebenarnya tidak menginginkan
untuk hilang atau celaka pada tatapannya sebagaimana yang terjadi pada
sahabat ‘Amir bin Rabi’ah ketika pandangannya(‘ain) mengenai Sahl bin
Hanif dan dimaklumi bahwa ‘Amir bin Rabi’ah ini adalah sahabat yang
termasuk terdahulu masuk islam bahkan beliau pernah hadir bersama
Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam dalam peperangan Badr.
( Fathul Mughits Fi Sihr Wal Hasad Wa Massul Iblis hlm.41 )
▪️Antara sihir dan ‘ain
✋Sebagaimana dengan hasad maka ‘ain juga memiliki perbedaan
dengan sihir, Dewan Fatwa Ulama di Saudi telah menjelaskan perbedaan
keduanya ketika ditanya tentang hal tersebut mereka menjawab :
“ Bahwa sihir secara bahasa adalah sesuatu yang tersembunyi dan lembut sebabnya, dan secara istilah ialah mantra atau jimat yang dapat mempengaruhi hati seseorang serta badan sehingga sakit atau terbunuh atau memisahkan antara suami dengan istrinya.
“ Bahwa sihir secara bahasa adalah sesuatu yang tersembunyi dan lembut sebabnya, dan secara istilah ialah mantra atau jimat yang dapat mempengaruhi hati seseorang serta badan sehingga sakit atau terbunuh atau memisahkan antara suami dengan istrinya.
⏹ Allah berfirman : “ Maka mereka mempelajari dari kedua
Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara
seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak
memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin
Allah.” ( QS.Al-Baqoroh : 102) Adapun ‘ain berasal dari kata ‘aana
yaa’inu yaitu menimpanya dengan pandangan mata.”
( Alfatawa Adz-Dzahabiyah Fi Ruqoo As-Syar’iyah hlm.129)
Para pembaca yang dirahmati Allah,
Tiada musuh yang lebih menakutkan dibandingkan musuh yang
tak terlihat dan tidak kita sadari keberadaannya. Demikian juga dengan
‘ain, begitu besar bahayanya karena bisa menimpa seseorang tanpa
peringatan dan sebaliknya ia bisa menimpakan kemadhorotan pada orang
lain bahkan tanpa kesengajaan.
Maka sungguh hanya orang yang berakal dan pandai mengambil
pelajaran yang mau menjaga pandangan matanya dengan terlebih dahulu
mendidik hatinya untuk tidak memendam rasa dengki sehingga pandangan
matanya tetap menjadi pandangan yang menyejukkan dan penuh keridhoan
bukan pandangan yang dapat menyakitkan.
☝️Dan selanjutnya hanya kepada Allah lah Dzat Yang telah
menganugerahkan nikmat penglihatan, kita meminta agar pandangan kita
selalu dalam penjagaan Nya, terjaga dari segala kejelekan dan
terpelihara dari menimpakan keburukan kepada orang lain. Wallohu a’lam
bis showab.
( Abul Fida' Teguh )
( Abul Fida' Teguh )
https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab
✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️✉️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar