ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
👁🔥‘AIN PANDANGAN MATA MEMBAWA PETAKA 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 { bagian pertama }
📌Diantara sekian banyak nikmat yang Alloh berikan kepada hamba Nya, tentulah kita sepakat bahwa nikmat mata termasuk nikmat yang besar, yang mana dengan adanya indera penglihatan ini, maka kita dapat memperoleh kemaslahatan duniawi maupun ukhrawi.
➡️Lantas bagaimana jadinya kalau mata yang selama ini kita anggap membawa banyak manfaat ternyata juga dapat mendatangkan petaka bagi orang lain bahkan tanpa disadari oleh pemiliknya (tentunya dengan izin Alloh).
🔥Maka inilah ‘AIN yang perkaranya sangat sedikit diketahui, padahal bahayanya teramat dahsyat.
🚡Dan pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hadits yang berkaitan tentang permasalahan tersebut.
🚧 Kiranya hal ini sebagai pengingat bagi yang lupa dan pelajaran bagi yang belum mengetahuinya.
💡Berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dan Imam Muslim serta yang lainnya dari sahabat Abu Huroiroh beliau mengatakan, telah bersabda Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam :
الْعَيْنُ حَقٌ وَ نَهَى عَنِ الْوَشَمِ
“ Ain itu adalah nyata dan beliau melarang dari tato ."
Penjelasan hadits:
✏️Berkata al-Maziri (wafat 536 H): “Mayoritas ulama telah membenarkan konteks hadits ini namun, sebagian ahlu bid’ah mereka mengingkari dengan alasan menyelisihi akal sehat. Padahal seseorang itu wajib menyakini apa yang telah dinyatakan hakikatnya oleh syariat ini tanpa mendustainya … Kemudian munasabah (kesesuaian) pada dua kalimat dalam hadits ini (‘ain yang nyata dengan larangan untuk mentato) ialah : termasuk salah satu faktor seseorang melakukan tato adalah agar tidak terkena ‘ain, oleh karena itu beliau shallahu ‘alahi wasallam melarang tato disertai perintah untuk menetapkan adanya ‘ain.
( 📚Fathul Baari, 1/203)
▪️Definisi ‘ain
🔓 Ibnul Qoyyim mendefinisikan ‘ain dengan ucapannya : “Dia adalah anak panah yang dilepaskan dari jiwa yang hasad atau jiwa yang memiliki ‘ain mengarah pada sasarannya yang di dengki maupun yang ia inginkan untuk terkena ‘ain terkadang tepat pada sasarannya dan terkadang meleset, kalau ia melepaskan pada sasaran yang mempunyai pertahanan diri, maka tidaklah berhasil dan tidak pula memberi pengaruh sedikit pun, bahkan bisa jadi panah tersebut berbalik mengenai orang yang melakukannya.
🎯 Maka perkara ‘ain ini serupa dengan kegiatan memanah yang dilakukan oleh manusia, namun ‘ain ini datang dari jiwa dan roh sedangkan panah memanah dilakukakan anggota tubuh. Dan asal ‘ain ini adalah dari kekaguman orang yang memiliki ‘ain kepada sesuatu kemudian diikuti oleh jiwa yang jahat.”
( 📚Zaadul Maa’ad , 4/ 167-168)
📮Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar : “Hakikat ‘ain adalah pandangan yang diiringi dengan ketakjuban dan dicampuri dengan hasad dari tabiat yang buruk yang membuat celaka orang yang dipandang”.
(📚Fathul Baari , 10/ 200)
🔏Terdapat dalil – dalil lain tentang adanya ‘ain selain dari apa yang kami sebutkan di atas , diantaranya Allah berfirman menceritakan tentang nabi Ya’qub prihal kekuatirannya dari ‘ain yang akan menimpa anak-anaknya :
وَقَالَ يَابُنَيَ لاَ تَدْخُلُوْا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوْا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَهِ مِنْ شَيْءٍ اِنِ الْحُكْمُ اِلاَلِلَهِ عَلَيْهِ تَوَكَلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَلِ الْمُتَوَكِلُوْنَ
“Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain. Namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah kepadaNyalah aku beryawakal dan hendaklah kepadaNya saja orang - orang yg bertawakal berserah diri."
( QS.Yunus : 67 )
✏️____bersambung ………
📲https://telegram.me/MultaqoIkhwahWalAshab
〰〰 ▶Channel Telegram: https://bit.ly/MiftahDaarSaadah ⏩Turut Publikasi: 〰〰〰〰〰〰〰〰〰 مفتاح دار السعادة Miftah Daaris Sa'adah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar